Langsung ke konten utama

Postingan

Pirates, ahoy!

Mumpung gak ada kerjaan daripada bosan lebih baik ngeblog kan? ya kan? Kali ini saya akan membahas hal yang sering mengelilingi kita terutama para pengguna PC, laptop, atau gadget yang berada di Indonesia. Yaitu Konsumsi produk bajakan. Memang hal ini sudah sering digembor-gemborkan oleh para sok aktivis dunia maya lainnya yang mendukung open source. Tapi tunggu dulu! Apa yakin dikau para pembaca dan mereka yang disana benar-benar terlepas dari produk bajakan?

Ketika pikir tak sanggup berkata

Assalamu'alaikum! Update lagi nih blog random campur aduk milik saya ini :D Langsung saja ke topik post blog ini *ehm* yaitu tentang..... curhat terselubung lagi! Yee! Jika kita lihat dari judulnya, terlihat sok puitis banget ya? Padahal isinya nggak ada puisinya dan tingkat kenyambungan ke topik yang mau saya bicarakan sangat sedikit. Kita awali dulu dari sesi curhat. Sedikit cerita tentang sifat saya yang sering sekali risih dan gatel ketika ada orang yang salah eja, salah sebut, serta tersesat dalam menggunakan istilah atau bahasa. Ya bisa dibilang saya ini seperti grammar Nazi. Grammar Nazi? bagi yang sering surfing di Internet cuma buat cari meme pasti paham lah, pokoknya orang yang sering sok benerin grammar orang di internet.

Smoking Pie Nuts!

Pai kacang berasap/merokok? Bukan, bukan seperti itu maksudnya. Sebenarnya itu cuma plesetan dari salah satu judul episode Sponge Bob. Tentu saja judulnya tidak ada hubungan langsung dengan yang akan saya ceritakan nanti.

I hated society, this world, and myself

Perjalanan pulang ke rumah saya yang syahdu mengingatkan memori tentang masalah sosial saya. Dengan jalan kaki dari kontrakan menuju depan kampus, berbagai kenangan entah kenapa langsung membanjiri pikiran saya. Teringat suatu keadaan bahwa saya membenci kehidupan sosial saya. Entahlah apakah saya sekarang masih membencinya atau tidak.

B!_alog: The Death Cure

A : Hey what are you doing with all this complicated stuff? B : I tried to make death cure. A : wo wo ho. What the heck are you doing? Are you losing your mind? B : No, I'm serious now. Looks this is my research from few years ago. (showing paper). A : Yeah, yeah I see then. (pretending to be understand) B : This will be revolutionary innovation in medic. The doctor will hate me the though. So, will you be my first test subject? A : uh..... (runs away) N : (Came suddenly) Why do this story started without me? The Narrator!" B : You're merely just N, and you supposed to be death, and become my first subject. Why do you live when I hadn't given you the death cure? N : Uh..... maybe Your Death cure works without body contact (runs away)

Cita-cita(?)

Cita-cita, sebuah harapan dan impian di masa depan. Kekuatan besar yang dimiliki oleh kaum penuh harapan. Keinginan yang (seharusnya) tercapai kelak. Mungkin sudah bisa ditebak post kali ini bakal mengarah kemana. "Yak! Toh Jangan Mengeluh!" Walaupun intinya ini bakal penuh keluh kesah gundah gulana merana mempesona. Sudah banyak yang membahasa, memperingatkan, (bahkan menggunakannya sebagai dasar untuk menyalahkan pihak lain), serta berbagi tentang cita-cita. Tipikal kisahnya pun cenderung berkisah tentang: "Di kala masa kanak-kanak mereka memiliki impian dan cita-cita yang tinggi. Seiring berjalannya waktu, banyak yang (merasa) sadar bahwa dirinya tidak mampu kemudian melupakan cita-cita dan impiannya. Namun masih ada segelintir orang yang masih terus berjuang hingga cita-citanya terwujud. Segelintir orang inilah kaum penuh harapan. (Yang meraih cita-citanya dengan cara apapun entah cara baik atau tidak). Apakah kalian mau jadi bagian dari kaum tersebut?" - ...