Langsung ke konten utama

Postingan

__alternate__: Sang Antagonis

Sang antagonis. Sebuah peran yang ada untuk dibenci, ditakuti, dipandang hina, dan semacamnya. Entah hanya dalam sebuah cerita fiksi ataupun dalam kehidupan nyata, peran sang antagonis selalu ada. Namun yang saya bahas kali ini bukan betapa buruknya peran antagonis, melainkan sudut pandang alternatif terhadap peran antagonis.

B!_alog: JGJ48's Video

N: Di hari yang kurang menarik, B secara tidak biasa mengeshare video perlombaan yang diikuti oleh penulis blog ini. bagaimana kisahnya? ehm... mari kita ikuti.

Pirates, ahoy!

Mumpung gak ada kerjaan daripada bosan lebih baik ngeblog kan? ya kan? Kali ini saya akan membahas hal yang sering mengelilingi kita terutama para pengguna PC, laptop, atau gadget yang berada di Indonesia. Yaitu Konsumsi produk bajakan. Memang hal ini sudah sering digembor-gemborkan oleh para sok aktivis dunia maya lainnya yang mendukung open source. Tapi tunggu dulu! Apa yakin dikau para pembaca dan mereka yang disana benar-benar terlepas dari produk bajakan?

Ketika pikir tak sanggup berkata

Assalamu'alaikum! Update lagi nih blog random campur aduk milik saya ini :D Langsung saja ke topik post blog ini *ehm* yaitu tentang..... curhat terselubung lagi! Yee! Jika kita lihat dari judulnya, terlihat sok puitis banget ya? Padahal isinya nggak ada puisinya dan tingkat kenyambungan ke topik yang mau saya bicarakan sangat sedikit. Kita awali dulu dari sesi curhat. Sedikit cerita tentang sifat saya yang sering sekali risih dan gatel ketika ada orang yang salah eja, salah sebut, serta tersesat dalam menggunakan istilah atau bahasa. Ya bisa dibilang saya ini seperti grammar Nazi. Grammar Nazi? bagi yang sering surfing di Internet cuma buat cari meme pasti paham lah, pokoknya orang yang sering sok benerin grammar orang di internet.

Smoking Pie Nuts!

Pai kacang berasap/merokok? Bukan, bukan seperti itu maksudnya. Sebenarnya itu cuma plesetan dari salah satu judul episode Sponge Bob. Tentu saja judulnya tidak ada hubungan langsung dengan yang akan saya ceritakan nanti.

I hated society, this world, and myself

Perjalanan pulang ke rumah saya yang syahdu mengingatkan memori tentang masalah sosial saya. Dengan jalan kaki dari kontrakan menuju depan kampus, berbagai kenangan entah kenapa langsung membanjiri pikiran saya. Teringat suatu keadaan bahwa saya membenci kehidupan sosial saya. Entahlah apakah saya sekarang masih membencinya atau tidak.