Langsung ke konten utama

Postingan

Oh catatan webku... (weblog)

Hohoho hari ini saya ingin sedikit melakukan perubahan-perubahan. Saya hanya ingin mengaktifkan kembali blog yang sudah saya buat sejak kelas 9 SMP dulu. Tugasnya kan disuruh buat blog, jadi sekarang blog saya ini ada sampai sekarang dengan berbagai nama. Blog saya ini memang tidak laku karena ga pernah terurus. Maka dari itu saya sedang ingin melakukan kegiatan untuk membuat blog saya ini lebih hidup lagi. Cari teman blog lain, membuat artikel bermutu, dan rencana-rencana lain. Mohon bantuannya ya...

In the Clown Body

On a small town, a circus parade has announced there. There’s many attraction that will take off your eyes out. The most influential is the two-clown, exactly two clowns. There’s acrobatic very tall clown and flexible very short clown. They are so famous and have many fans. In the town, there are two youngsters that they are the biggest fans of the two-clown. They are prankster persons and they act like clown, what a big fan! One day, they go to the tents of circus. They go unnoticed to the tents of two-clown, they want look the two-clown from near and if they can, they will take an autograph and some pictures. When they peek in the tent, they look the reality. The very tall clown is really tall and the very short clown is really short too. There is their real name too on the costumes.

Piye le ngguyu?

Ini hanya pendapatku tentang ketawa Ketika kuprhatikan orang-orang, cara ketawa orang itu berbeda-beda, dari suaranya, mukanya, ekspresinya dan yang paling penting adalah yang ditertawakan. Coba pikir, mengapa bisa tertawa ketika melihat sesuatu yang... dapat menyebabkan ketawa. Seperti kata orang "States of Western" bahwa keburukan orang Indonesia adalah mentertawakan kesalahan orang lain (hal ini dianggap ketawa yang tidak sehat), aku setuju dengan pendapat ini walaupun kadang aku juga ikutan ketawa (ketawa itu menular).

Wild to Unwild

Di hari itu, aku sedang pergi untuk berburu di hutan. Yah, hidupku di hutan sehingga aku harus mencari makanan dengan cara berburu. Kulihat seekor kancil yang sedang merumput, kukejar dia. Kukejar sampai aku lupa dimana aku berada, aku kehilangan jejak kancil, dan langit pun mendung. Kulihat langit, terlihat sangat mengerikan, dengan kilat-kilat yang menyambar. Aku berlari secepat mungkin untuk mencari tempat teduh. Kutemukan tempat teduh itu namun, kudengar suara bergemuruh. Lalu aku terseret oleh tanah longsor sampai jauh. Yang terpikir olehku saat itu hanyalah pasrah kepada takdir. Terbawa arus sampai bawah, kebawah pegunungan, pegunungan yang berhutan.